Detail Cantuman Kembali
FENOMENA PENGELOLAAN KESAN FACEBOOKERSrnDALAM AKUN “FUNCO COMICS”
FENOMENA PENGELOLAAN KESAN FACEBOOKERS DALAM AKUN FUNCO COMICS: Studi Fenomenologi Tentang Pengelolaan Kesan Pengguna Situs Jejaring Sosial Facebook (Facebookers) Dalam Akun Pecinta Komik “Funco Comics”; Noval Sufriyanto Talani. Pembimbing: Dr. Anne Ratnasari, Dra., M.Si. dan Dr. O. Hasbiansyah, Drs., M.Si.rnFacebook merupakan media sosial fenomenal karena dalam waktu singkat penggunanya mencapai hampir 1 miliar orang (Maret 2012). Masyarakat simbolik yang tercipta dalam Facebook adalah dampak dari sistem moda komunikasi padat teknologi. Terciptanya individu, relasi dan interaksi antarindividu bahkan tercipta pula budaya cyber yang menjadi fenomena dalam realitas virtual.rnPenelitian ini bertujuan mengungkap pengalaman pengelolaan kesan pengguna Facebook (facebookers) dalam akun Funco Comics dan mendeskripsikan pengalaman serta menganalisis interaksi mereka dengan fokus melihat (1) Bagaimana alasan dan motif facebookers menjadi facebookers dan menjadi funconers menurut pandangan mereka sendiri? (2) Bagaimana konsep diri virtual facebookers dalam akun Funco Comics? (3) Bagaimana bentuk interaksi yang dilihat dari komunikasi dan hubungan interpersonal para facebookers dalam akun Funco Comics? (4) Bagaimana makna simbol-simbol emotikon yang digunakan facebookers saat berinteraksi di Facebook dan kesan apa yang mereka pahami dari simbol-simbol tersebut?rnPenelitian ini menggunakan pendekatan subjektif dengan metode penelitian kualitatif melalui perangkat analisis fenomenologi dan interaksi simbolik. Kedua perangkat analisis disinergikan dengan konsep manajemen komunikasi, konsep media dan teknologi, konsep fenomenologi, konsep konstruksi sosial dan media massa, dan konsep semiotika media.rnHasil penelitian mengungkap (1) alasan menjadi facebookers dan funconers didorong oleh kesengajaan mencari teman lama atau alasan ketidaksengajaan karena dipengaruhi orang lain dengan didasari motif masa lalu dan masa depan yang berorientasi individu dan sosial. (2) Membangun konsep diri virtual dimulai dengan mengkonstruksi diri secara simbolik, terbentuk ruang diri, dan menampilkan diri. Ada empat kategori diri yang terbentuk, yakni kategori netral–terbuka, terbuka, tertutup–terbuka, dan tertutup. (3) Komunikasi yang terjadi antarfacebookers dilakukan melalui fitur-fitur Facebook yang tersedia difungsikan untuk mengomentari, menyapa, mengobrol, dan mengirim pesan pribadi. Hubungan interpersonal terbangun melalui kriteria saling kenal, memiliki kesamaan teman, dan keterbukaan informasi profil. Menghindari ketersinggungan, berkata halus, bercanda dan berdiskusi adalah tindakan yang dapat menjaga hubungan interpersonal. Sedangkan berbicara kasar, meneror, dan menghina merupakan tindakan yang dapat merusak hubungan interpersonal. (4) Dalam interaksi, para facebookers menggunakan berbagai simbol emotikon sebagai ekspresi perasaan. Namun demikian, simbol emotikon :) memiliki makna umum “senyum” dengan kesan kalem, ramah, ceria, bahagia, mengiyakan, dan baik. Berdasarkan hasil tersebut, pengelolaan kesan facebookers dibangun oleh pengelolaan diri dan pengelolaan interaksinya dengan memanfaatkan berbagai simbol yang digunakan digambarkan melalui sebuah model.rnKeyword: facebookers, pengelolaan kesan, funco comics, funconers
Tesis
324 TAL f
324
Studi Fenomenologi Tentang Pengelolaan KesanrnPengguna Situs Jejaring Sosial Facebook (Facebookers)rnDalam Akun Pecinta Komik “Funco Comics
Buku Teks
Indonesia
Universitas Islam Bandung
2013
Bandung
LOADING LIST...
LOADING LIST...







