<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="11102">
<titleInfo>
<title>Peranan kerapatan adat nagari dalam penyelesain sengketa tanah dalam rangka pengembangan model penyelesaian sengketa</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Edwar</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Promotor : Prof. dr. H. Syafrinaldi, SH., M.CL.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. H. Ashyar Hidayat, SH., MH.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Bandung</placeTerm></place>
<publisher>Universitas Islam Bandung</publisher>
<dateIssued>2013</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Disertasi</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Buku Teks</form>
<extent>iv, 67 hlm.; 20,6  x 14,4 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Masyarakat Minangkabau yang bermukim di Sumatera Barat mengenal  tanah ulayat, sako dan  pusako yang merupakan harta yang diterima secara turun temurun dalam suatu kaum yang bertali darah manurut garis keturunan ibu. Untuk itu dengan perkembangan zaman tentang  masalah tanah ulayat, sako dan pusako bermunculan  sengketa yang timbul. Oleh karenanya peranan Kerapatan Adat Nagari sangat dibutuhkan dalam penyelesaian sengketa  ini, agar permasalahan tersebut tidak sampai ke ranah pengadilan.   Karena pada dasarnya penyelesaian sengketa dalam Sistem Hukum Nasional masih kurang memuaskan para pencari keadilan. Hal ini disebabkan  sengketa yang diproses  di pengadilan sangat lama,  dan menelan biaya yang banyak serta putusan yang kurang adil.  Dengan lahirnya  Peraturan Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 10 Tahun 2007 Tentang Pemerintahan Nagari, masyarakat sangat berharap  peranan Kerapatan Adat Nagari untuk  menyelesaikan sengketa-sengketa yang timbul  di lingkungan masyarakatnya. Agar putusan Kerapatan Adat Nagari dapat  diterima oleh  pihak-pihak yang bersengketa.       rnBerdasarkan  uraian di atas,  maka permasalahan yang akan dikemukakan dalam disertasi ini  adalah : sejauhmana peranan Kerapatan Adat Nagari dalam menyelesaikan sengketa tanah sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2007 Tentang Pemerintahan Nagari  di Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota dan apa saja  kendala-kendala yang dihadapi Kerapatan Adat Nagari Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota dalam penyelesaian sengketa tanahrnUntuk membahas masalah ini, penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode penelitian yuridis empiris yaitu penelitian lapangan dan penelitian perpustakaan untuk mendapatkan data primer dan data sekunder. Bahan yang diperoleh dari data primer kemudian dikelompokkan dan dianalisis dengan cara membandingkan dengan pendapat ahli dan peraturan perundang-undangan yang ada. rnHasil penelitian  menunjukkan bahwa peranan  Kerapatan Adat Nagari dalam menyelesaikan sengketa yang timbul dalam masyarakatnya  dapat diselesaikan dengan baik, sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 10 Tahun 2007 Tentang pemerintahan Nagari. Walaupun masih ada tanggapan-tanggapan masyarakat yang belum puas terhadap putusan Kerapatan Adat Nagari tersebut. Dan masalah yang timbul  masih berkisar pada sako, pusako dan warisan.  Faktor-faktor yang menjadi penghambat adalah Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang adat. Yang menggugat biasanya pihak yang lemah dari aspek pendidikan dan pengetahuan maupun ekonomi. Tidak seimbangnya lawan dari pihak sengketa sehingga sering dimanfaatkan oleh pihak ketiga. Juga di pihak ninik mamak sendiri ada diantaranya yang tidak memperjuangkan anak kemenakannya demi keuntungan sendiri dan pro pada pihak lain.rnrnrnrnrn</note>
<subject authority=""><topic>Sengketa tanah</topic></subject>
<classification>341.522</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Pascasarjana UNISBA Jl. Purnawarman No.59 Bandung</physicalLocation>
<shelfLocator>&#34;DIH 13 011&#34;</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">13.2036</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>R 341.522 EDW p</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image>cover_disertasi.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>11102</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-06-25 10:25:31</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-11 11:04:26</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>